By: Setiawan Alun Segoro, 11 Juli 2022, autogear.id

Sekarang ini semakin banyak pengendara motor wanita, dimana tak sedikit pula dari mereka yang menggunakan hijab. Modelnya pun beragam, sebagai penutup aurat bagi perempuan muslim sekaligus penunjang gaya berpakaian. Lantas bagaimana cara memilih helm untuk wanita berhijab, agar senantiasa aman dan nyaman ketika dikenakan saat berkendara?

  1. Perhatikan Faktor Kenyamanan

Bagi pengendara motor, terutama lady bikers hijabers, tentunya harus memperhatikan kenyamanan saat memilih helm. Sebelum dibeli, helm harus dicoba dulu. Umumnya, faktor kenyamanan dipengaruhi ukuran, bobot dan visibilitas sebuah helm. Ukuran merupakan hal penting saat memilih helm untuk wanita berhijab.

Adakalanya, khawatir hijab yang dikenakan bakal rusak, lalu memilih helm ukuran longgar. Padahal ini tidak dibenarkan. Helm longgar cenderung mudah terbawa angin, ketika dipakai berkendara. Tidak lucu pastinya kalau setiap motoran, helm harus dipegangi.

Mengatasinya, sebaiknya pilih helm half-face berbusa empuk dan tak terlalu menekan bagian pipi. Dari sisi bobot, helm berjenis half face relatif tak terlalu berat. Pandangan bisa lebih luas, tanpa ada halangan moncong depan seperti helm full face.

Terkait kenyamanan pelindung kepala, Direktur PT Poliprima Cipta Unggul selaku produsen helm G2, Marjana mengatakan, pihaknya memiliki G2 Optimax dengan busa lembut dan menawarkan kenyamanan di kepala. “Sementara di bagian depan kiri dan kanannya terdapat lubang sirkulasi udara. Membuat pengguna tetap nyaman, terutama pengendara motor hijabers,” ucapnya.

  1. Pastikan Helm dengan Keamanan Optimal

Seperti dikatakan sebelumnya, jangan memilih helm yang terlalu longgar lantaran dapat mempengaruhi faktor keselamatan pengendara. Helm longgar juga cukup riskan jika menerima benturan keras, sebab busa helm tak bisa maksimal menyerap momentum yang diterima.

Selain itu, pastikan juga tali pengunci memiliki metode penguncian yang mudah dan kuat. Pilih helm yang setidaknya memiliki standar SNI, meskipun banyak standar keamanan helm yang memiliki standar uji keamanan lebih ketat.

Untuk helm Optimax yang diproduksi G2, lanjut Marjana, telah dilengkapi double visor didukung kekuatan tali strap yang kencang mengikat di dagu. “Mencegah helm ‘koplak’ ketika digunakan, sehingga mengganggu keamanan berkendara. Tali strap mengikat kuat, tapi tidak membuat sesak dan sakit. Penggunaan tali pengikat itu juga user friendly,” akunya.

  1. Pilih Desain Helm Sesuai Selera

Diketahui, helm sekarang ini bukan sekadar penopang keamanan dan kenyamanan berkendara. Melainkan juga mendukung penampilan untuk tetap keren dan gaya. Terutama bagi kaum hawa, bagaimana caranya mengenakan helm namun tetap terlihat cantik dan menarik.

Yup, desain sebuah helm ini paling berkontribusi soal tampilan. Nah, biar makin kelihatan cantik, desain helm harus sesuai selera. Pada umumnya wanita menyukai desain dari warna atau grafisnya, kalau desainnya suka, memakai helm pun makin betah.

“Kami memiliki desain helm yang unik dan bercirikan khas Indonesia, yaitu desain batik. Kendati begitu, tetap tidak terkesan kolot. Masih bisa tampil menarik dan eye catching, dengan paduan warna dan grafis yang selaras,” jelas Marjana yang juga mengatakan merek helm G2 merupakan buatan Indonesia. Diproduksi di pabrik seluas 1,5 Ha yang berlokasi di Kranggan, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *